Seminar Kemiskinan Sorot Pelbagai Upaya di Lakukan Untuk Entaskan Kemiskinan


Share On :

Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memajukan desa tertinggal di daerah itu melalui program Gerakan Membangun Desa Sai Bumi Rua Jurai atau Gerbang Desa Saburai.

Program Gerbang Desa adalah upaya Pemerintah Provinsi Lampung mengangkat kesejahteraan masyarakat, terutama di desa-desa. Melalui bantuan dana dan program-program prioritas SKPD untuk digulirkan di desa-desa tertinggal.

Hazai Fauzi, staff biro perekonomi Provinsi Lampung menyebutkan ujuan Program Gerbang Desa untuk meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja dan berusaha bagi masyarakat Desa; dan enurunkan jumlah penduduk miskin di Desa; meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan Desa khususnya LPM dan Lembaga Adat dlm bidang perencanaan, pelaksanaan & pengawasan pembangunan partisipatif.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar dengan tema:” Lampung Beranda Sumatera Termiskin Ke-3., Apa Solusi?’, 12/08/2016.

Meningkatkan kemandirian, swadaya dan Gotong royong masyarakat; dan meningkatkan kinerja pemerintah Provinsi, Kab/Kota dan Kapasitas Desa dlm penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat , merupakan tujuan dari program itu.

Data yang ada dari Biro Perekonomian Lampung; Pilot Project Gerbang Desa Tahun 2015: 100 Juta/desa pada 13 Kabupaten, 30 desa, tahun 2016: 300 juta/desa pada 13 Kabupaten, 100 desa.

Lalu, tahun 2017: 300 juta/desa pada 13 Kabupaten, 200 desa

Dan 2018: 300 Juta/desa pada 13 Kabupaten, 380 desa

Dalam seminar yang diprakarsai oleh STIE Umitra dan Dr. H>  Andi Surya, senator DPD RI ini, disebutkan pula oleh Hazai upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah yang lain untuk mengentaskan kemiskinan di Lampung , yaitu: Program BLT dan Jamkesna/Daerah, menggerakkan sektor riil (program KUR, pemberdayaan UMKM dan PNPM/ prognas pemberdayaan masyarakat).

Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengganguran yang merupakan salah satu sumber penyebab kemiskinan di Indonesia.

Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras

Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar (pendidikan dasar melalui beasiswa, dsb.) . Menyempurnakan dan memperluas cakupan pembangunan berbasis masyarakat.

Meningkatkan hasil pertanian (terutama beras/jagung) dengan memaksimalkan stakeholder terkait (pertanian, bakorluh, dan perkebunan) juga dengan menyimak tingkat inflasi yang banyak didongkrak oleh bahan makanan (padi-padian/umbi-umbian) (indeks harga konsumennya 140,79m (bulan Juli).