Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Lansia


Mahasiswi Umitra Lakukan Kajian Ilmiah Tentang Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Pada Lansia Yang Mengalami Gangguan Rematik.

Pada lansia ada yang memiliki keluhan nyeri tapi tidak diberikan tindakan, salah satu tindakan non farmakologis adalah kompres hangat.
Yuli Purnamasari, mahasiswi program studi keperawatan STIKes Umitra, kelahiran Tulang Bawang, 7 Juli 1996 dengan didampingi dosen pembimbingnya di STIKes Umitra  melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dalam menurunkan tingkat nyeri pada lansia yang mengalami nyeri rematik di Desa Agung Dalam, Tulang Bawang Tahun 2017.
Jenis penelitian yang dilakukan  alumni SMK Kesehatan Bhakti Nusantara Banjar Agung ini quasi eksprimen dengan teknik one group pre test-post tes design.  Populasi penelitian ini adalah sebanyak 215 lansia dengan sampel berjumlah 30 orang yang diambil dengan teknik purvosive sampling.
Metode pengumpulan data dengan mengobservasi responden, sesuai SOP. Teknik analisi data univariat dengan mean dan analisi bivariat dengan uji t-test.
Hasil penelitian mahasiswi berhijab ini diketahui rata-rata nyeri rematik sebelum diberikan kompres hangat adalah 7,00 dengan standar deviasi 0,743.
Sedangkan rata-rata nyeri rematik setelah diberikan kompres hangat adalah 5,77 dengan satndar deviasi 1,104.

Diketahui, ada pengaruh kompres hangat terhadap nyeri rematik.  Dengan penurunan sebesar 1,23 point. "Diharapkan dapat menurunkan tingkat stres pada lansia dan dapat memberikan pengetahuan kepada lansia bahwa pengaruh kompres hangat dapat menurunkan tingkat nyeri pada lansia yang mengalami nyeri rematik", pungkas Yuli.