Mahasiswa STIKES Umitra Sosialisasi Waspada Demam Berdarah


Share On :

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mitra Lampung (Umitra) jurusan Promosi Kesehatan gencar menyosialisasikan waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya dengan mengunjungi kantor harian Lampung Post, Jumat (11/5/2018).

Mahasiswa tersebut terdiri dari Beni Herdiansyah,  Devita Damayanti, Haifa Ghaida, Joana Afrini, Rahmanita Sakwati dan Yoppi Yolanda.
Beni Herdiansyah mengatakan, kegiatan kunjungan media tersebut menjadi bagian dari tugas mata kuliah Pengembangan Media dalam Promosi Kesehatan, yang sedang mereka jalani.

Selain menjadi peran mahasiswa dan tenaga kesehatan di bidang promosi kesehatan, media massa juga memiliki peran menyosialisasikan hal-hal terkait kesehatan kepada masyarakat.

Yopi Yolanda menjabarkan, sosialisasi tentang waspada demam berdarah sengaja dilakukan, sebab, hingga kini penyakit tersebut terus mengancam masyarakat, termasuk di Kota Bandar Lampung. “Kasus DBD masih banyak terjadi di masyarakat, termasuk perkotaan seperti Bandar Lampung. Jadi masih sangat perlu memberikan sosialisasi kewaspadaan DBD kepada masyarakat,” kata dia.

Dalam makalah yang dibuat bersama-sama rekannya, Yopi menjelaskan, DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. “Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dijabarkan data yang menurut Yopi dihimpun dari berbagai pemberitaan dan keterangan Dinas kesehatan Kota Bandar Lampung, yang menunjukan, bahwa tercatat 44 kasus DBD sepanjang Januari-Februari 2018. Sementara kasus DBD yang  paling tinggi berada di Kecamatan Tanjung Senang, Kemiling, Kedaton, dan Sukarame.

Sebagai bentuk pencegahan, menurut Yopi, penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari, atur ulang kegiatan di luar ruangan, hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari, di mana banyak nyamuk di luar.

Tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan,  para mahasiswa jurusan Promkes Umitra itu pun mengimbau warga rutin melakukan kegiatan 3M plus, yaitu menguras, mengubur, dan menutup serta mendaur ulang sampah.